Empat mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil membuktikan rendaman air bunga melati berkhasiat meredakan radang mata atau belekan. Bunga melati segar diketahui mengandung sejumlah bahan antimikroba jenis linalool yang mampu membunuh kuman penyebab radang mata.
Ketua kelompok Sri Astuti mengatakan, bunga melati (Jasminum sambac L) mengandung senyawa kimia asam format, asam benzoat, linalool, asam salicylat, bernzyl linalool ester, methyl linalool, indol, phytol, dan isophytal. Rendaman bunga melati juga bisa meredakan iritasi mata akibat debu atau panas. “Bunga melati bersifat mendinginkan,” kata Sri Astuti di Yogyakarta, Rabu (3/2).
Untuk pengobatan, satu genggam melati segar direndam dalam satu liter air. Setelah 3-45 menit, air rendaman dapat dibasuhkan pada mata yang mengalami radang ataupun iritasi.
Perendaman harus menggunakan air bersuhu kamar. Penggunaan air panas justru mengurangi kandungan antimikroba. Melati yang digunakan juga harus segar dan setengah kuncup.
Kesimpulan ini diuji dengan teknik uji larva udang (brine shrimp lethality test). Penelitian itu menunjukkan ekstrak melati setengah kuncup mampu membunuh mikroba dengan efektifitas hingga 62 persen. Melati mekar sempurna hanya membunuh 25-30 persen.
Sumber: Kompas


