Selamat Datang di blog Kesehatan

Februari 7, 2010

Bunga Melati Pereda Radang Mata

Empat mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil membuktikan rendaman air bunga melati berkhasiat meredakan radang mata atau belekan. Bunga melati segar diketahui mengandung sejumlah bahan antimikroba jenis linalool yang mampu membunuh kuman penyebab radang mata.

Ketua kelompok Sri Astuti mengatakan, bunga melati (Jasminum sambac L) mengandung senyawa kimia asam format, asam benzoat, linalool, asam salicylat, bernzyl linalool ester, methyl linalool, indol, phytol, dan isophytal. Rendaman bunga melati juga bisa meredakan iritasi mata akibat debu atau panas. “Bunga melati bersifat mendinginkan,” kata Sri Astuti di Yogyakarta, Rabu (3/2).

Untuk pengobatan, satu genggam melati segar direndam dalam satu liter air. Setelah 3-45 menit, air rendaman dapat dibasuhkan pada mata yang mengalami radang ataupun iritasi.

Perendaman harus menggunakan air bersuhu kamar. Penggunaan air panas justru mengurangi kandungan antimikroba. Melati yang digunakan juga harus segar dan setengah kuncup.

Kesimpulan ini diuji dengan teknik uji larva udang (brine shrimp lethality test). Penelitian itu menunjukkan ekstrak melati setengah kuncup mampu membunuh mikroba dengan efektifitas hingga 62 persen. Melati mekar sempurna hanya membunuh 25-30 persen.
Sumber: Kompas

Januari 15, 2010

Tahu Untuk Menangkal Timbel

Makan tahu dalam jumlah banyak menurunkan kadar timbel (Plumbum-Pb) dalam darah. Walaupun tak diketahui secara pasti mengapa tahu memiliki khasiat itu, peneliti menduga kalsium yang banyak terdapat dalam kacang kedelai, bahan tahu menjaga tubuh agar tak menyerap dan menumpuk timbel.

Timbel banyak terdapat di udara, tanah dan air, serta di beberapa jenis cat dan material lainnya. Senyawa ini dapat dibawa ke dalam saluran pencernaan dan pernafasan manusia. Kadar timbel yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan penurunan intelijensia, terganggunya perkembangan sistem saraf, pertumbuhan melambat, indera pendengaran tak normal, hingga kehilangan kemampuan belajar.

Melakukan penelitian atas 650 pria dan 550 wanita yang tinggal di Shenyang Cina selama tahun 1980, Dr. Changzhong Chen, pakar di Harvard School of Public Health di Boston, Massachusetts menemukan mereka yang mengonsumsi tahu dalam jumlah banyak memiliki kadar timbel yang lebih rendah hingga 11 persen. Penelitian Dr Chen dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology.

The Banana Smoothie Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.